BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Coronavirus adalah
sekumpulan virus dari subfamili Orthocronavirinae dalam keluarga Coronaviridae
dan ordo Nidovirales. Kelompok virus ini yang dapat menyebabkan penyakit pada
burung dan mamalia, termasuk manusia. Pada manusia, coronavirus menyebabkan
infeksi saluran pernapasan yang umumnya ringan, seperti pilek, meskipun
beberapa bentuk penyakit seperti; SARS, MERS, dan COVID-19 sifatnya lebih
mematikan.
Dalam kondisi saat ini,
virus corona bukanlah suatu wabah yang bisa diabaikan begitu saja. Jika dilihat
dari gejalanya, orang awam akan mengiranya hanya sebatas influenza biasa,
tetapi bagi analisis kedokteran virus ini cukup berbahaya dan mematikan. Saat
ini di tahun 2020, perkembangan penularan virus ini cukup signifikankarena
penyebarannya sudah mendunia dan seluruh negara merasakan dampaknya termasuk
Indonesia.
Perkembangan covid-19
saat ini sudah menyebar di berbagai negara dan sudah menyebar di 190 negara.
Tingkat penyebaran dan positif covid-19 semakin meningkat sehingga banyak
negara yang menggunakan teknologi untuk memitigasi dan memonitor penyebaran
COVID-19 di negaranya masing-masing. Untuk mengurangi penyebaran pemerintah di
berbagai negara menerapkan kebijakan social distancing atau sering juga
digunakan istilah physical distancing, yaitu kebijakan non-farmasi untuk
mencegah penyebaran wabah dengan cara menjaga jarak antara setiap individual
dan mengurangi frekuensi pertemuan diantara mereka. Banyak negara memanfaatkan
teknologi untuk dapat mengetahui efektivitas kebijakan dimaksud.
B.
Rumusan
Masalah
Bagaimana layanan system informasi pada
masa pandemi virus corona?
C.
Tujuan
Mengetahui layanan system informasi pada
masa pandemic virus corona.
BAB
II PENJELASAN
Disadari
atau tidak, peran teknologi sudah sangat membantu masyarakat dalam melakukan
pencegahan virus corona. Perkembangan teknologi yang semakin maju dinilai
memiliki dampak positif dalam menghambat penyebaran virus corona.
Mungkin
jika melihat angka-angka statistik jumlah penularannya, peran teknologi tidak
akan terasa. Namun bayangkan jika tidak ada bantuan teknologi sejak awal virus
ini muncul. Korban yang berjatuhan bisa lebih banyak dari saat ini.
Peran
teknologi juga terlibat dalam setiap kegiatan kita sehari-hari. Dengan
penerapan pembatasan interaksi, masyarakat akan lebih bergantung pada gadget
mereka. Aktivitas sehari-hari, hiburan, hubungan sosial, hingga kebutuhan
logistik bisa dengan mudah diakses melalui gadget masing-masing.
Dengan
adanya media televisi atau gadget, masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan
berbagai informasi atau pun pengetahuan terkait virus corona. Mulai dari
mengetahui apa itu virus corona, dari mana asalnya, apa gejalanya, hingga dapat
mengetahui bagaimana proses penyebarannya.
Televisi
menjadi tempat yang paling mudah untuk menyebarkan informasi terkait penyebaran
virus corona. Namun, masih ada media lain yang lebih efektif untuk menjangkau
masyarakat. Media tersebut adalah media sosial.
Didukung
dengan banyaknya pengguna media sosial di seluruh dunia, media sosial menjadi
wadah di mana informasi-informasi dengan mudah tersebar ke sebagian besar
masyarakat. Masyarakat juga dapat memantau bagaimana pergerakan virus corona
dengan melihat perkembangan berita atau informasi dari kerabatnya.
Selain
itu pemerintah Indonesia juga membuat aplikasi berbasis teknologi informasi
untuk mengetahui dan memprediksi siapa saja yang berkontak dengan pasien
positif corona serta penyebaran virus bisa dilacak dengan baik masih dalam
proses pengembangan dan diharapkan selesai dalam waktu dekat. Sistem ini akan
terhubung hingga ke tingkat bawah atau puskesmas yang berada di wilayah-wilayah
pedesaan atau sebagainya. Sehingga, penyebaran COVID-19 akan dapat diawasi
dengan mudah.
Portal
covid19.go.id diluncurkan ke publik diharapkan dapat menjadi rujukan resmi
untuk informasi satu pintu mengenai virus corona dan bagaimana
mengendalikannya. Situs ini bertujuan untuk memastikan publik mendapatkan akses
pada informasi resmi dan akurat mengenai penanggulangan wabah COVID-19 di
Indonesia. Situs covid19.go.id berisi 3 langkah penting untuk dilakukan
masyarakat yaitu cara mengurangi risiko penularan virus, mencari informasi yang
benar dan apa yang perlu dilakukan bila sakit. Selain itu, laman ini berisi
data statistik mengenai jumlah kasus positif COVID-19 diperbarui secara
real-time dan diharapkan menjadi acuan untuk berbagai pihak, terutama
rekan-rekan media dalam pemberitaan mereka.
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Media
bukan hanya terbatas pada media massa tetapi juga segala sarana, instrumen atau
alat yang berfungsi memperkuat organ, indera, dan fungsi yang terdapat pada
tubuh manusia. Teknologi telah menciptakan revolusi di tengah masyarakat karena
masyarakat sudah sangat tergantung kepada teknologi.
Tatanan
masyarakat baru pun terbentuk berdasarkan pada kemampuan masyarakat menggunakan
teknologi dan melihat bagaimana media berperan menciptakan dan mengelola budaya
itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Latip Abdul. 2020. Peran
Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Pembelajaran Jarak Jauh di Masa
Pandemi COVID-19. Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran Volume 1, No. 2.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar