Minggu, 12 Juli 2020

KERUGIAN LAYANAN SISTEM INFORMASI DALAM MASA PANDEMI VIRUS CORONA

LAYANAN SISTEM INFORMASI PADA MASA PANDEMI VIRUS CORONA

LAYANAN SISTEM INFORMASI PADA MASA PANDEMI VIRUS CORONA


BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Coronavirus adalah sekumpulan virus dari subfamili Orthocronavirinae dalam keluarga Coronaviridae dan ordo Nidovirales. Kelompok virus ini yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia, termasuk manusia. Pada manusia, coronavirus menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang umumnya ringan, seperti pilek, meskipun beberapa bentuk penyakit seperti; SARS, MERS, dan COVID-19 sifatnya lebih mematikan.
Dalam kondisi saat ini, virus corona bukanlah suatu wabah yang bisa diabaikan begitu saja. Jika dilihat dari gejalanya, orang awam akan mengiranya hanya sebatas influenza biasa, tetapi bagi analisis kedokteran virus ini cukup berbahaya dan mematikan. Saat ini di tahun 2020, perkembangan penularan virus ini cukup signifikankarena penyebarannya sudah mendunia dan seluruh negara merasakan dampaknya termasuk Indonesia.
Perkembangan covid-19 saat ini sudah menyebar di berbagai negara dan sudah menyebar di 190 negara. Tingkat penyebaran dan positif covid-19 semakin meningkat sehingga banyak negara yang menggunakan teknologi untuk memitigasi dan memonitor penyebaran COVID-19 di negaranya masing-masing. Untuk mengurangi penyebaran pemerintah di berbagai negara menerapkan kebijakan social distancing atau sering juga digunakan istilah physical distancing, yaitu kebijakan non-farmasi untuk mencegah penyebaran wabah dengan cara menjaga jarak antara setiap individual dan mengurangi frekuensi pertemuan diantara mereka. Banyak negara memanfaatkan teknologi untuk dapat mengetahui efektivitas kebijakan dimaksud.

B.     Rumusan Masalah
Bagaimana layanan system informasi pada masa pandemi virus corona?

C.    Tujuan
Mengetahui layanan system informasi pada masa pandemic virus corona.


BAB II PENJELASAN
Disadari atau tidak, peran teknologi sudah sangat membantu masyarakat dalam melakukan pencegahan virus corona. Perkembangan teknologi yang semakin maju dinilai memiliki dampak positif dalam menghambat penyebaran virus corona.
Mungkin jika melihat angka-angka statistik jumlah penularannya, peran teknologi tidak akan terasa. Namun bayangkan jika tidak ada bantuan teknologi sejak awal virus ini muncul. Korban yang berjatuhan bisa lebih banyak dari saat ini.
Peran teknologi juga terlibat dalam setiap kegiatan kita sehari-hari. Dengan penerapan pembatasan interaksi, masyarakat akan lebih bergantung pada gadget mereka. Aktivitas sehari-hari, hiburan, hubungan sosial, hingga kebutuhan logistik bisa dengan mudah diakses melalui gadget masing-masing.
Dengan adanya media televisi atau gadget, masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan berbagai informasi atau pun pengetahuan terkait virus corona. Mulai dari mengetahui apa itu virus corona, dari mana asalnya, apa gejalanya, hingga dapat mengetahui bagaimana proses penyebarannya.
Televisi menjadi tempat yang paling mudah untuk menyebarkan informasi terkait penyebaran virus corona. Namun, masih ada media lain yang lebih efektif untuk menjangkau masyarakat. Media tersebut adalah media sosial.
Didukung dengan banyaknya pengguna media sosial di seluruh dunia, media sosial menjadi wadah di mana informasi-informasi dengan mudah tersebar ke sebagian besar masyarakat. Masyarakat juga dapat memantau bagaimana pergerakan virus corona dengan melihat perkembangan berita atau informasi dari kerabatnya.
Selain itu pemerintah Indonesia juga membuat aplikasi berbasis teknologi informasi untuk mengetahui dan memprediksi siapa saja yang berkontak dengan pasien positif corona serta penyebaran virus bisa dilacak dengan baik masih dalam proses pengembangan dan diharapkan selesai dalam waktu dekat. Sistem ini akan terhubung hingga ke tingkat bawah atau puskesmas yang berada di wilayah-wilayah pedesaan atau sebagainya. Sehingga, penyebaran COVID-19 akan dapat diawasi dengan mudah. 
Portal covid19.go.id diluncurkan ke publik diharapkan dapat menjadi rujukan resmi untuk informasi satu pintu mengenai virus corona dan bagaimana mengendalikannya. Situs ini bertujuan untuk memastikan publik mendapatkan akses pada informasi resmi dan akurat mengenai penanggulangan wabah COVID-19 di Indonesia. Situs covid19.go.id berisi 3 langkah penting untuk dilakukan masyarakat yaitu cara mengurangi risiko penularan virus, mencari informasi yang benar dan apa yang perlu dilakukan bila sakit. Selain itu, laman ini berisi data statistik mengenai jumlah kasus positif COVID-19 diperbarui secara real-time dan diharapkan menjadi acuan untuk berbagai pihak, terutama rekan-rekan media dalam pemberitaan mereka.

BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Media bukan hanya terbatas pada media massa tetapi juga segala sarana, instrumen atau alat yang berfungsi memperkuat organ, indera, dan fungsi yang terdapat pada tubuh manusia. Teknologi telah menciptakan revolusi di tengah masyarakat karena masyarakat sudah sangat tergantung kepada teknologi.
Tatanan masyarakat baru pun terbentuk berdasarkan pada kemampuan masyarakat menggunakan teknologi dan melihat bagaimana media berperan menciptakan dan mengelola budaya itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA
Latip Abdul. 2020. Peran Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi COVID-19. Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran Volume 1, No. 2.




Kamis, 02 April 2020

Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi



Nama : Muhammad Raihan Akbar
NPM : 14118828
Tugas 1 :

Perkembangan Sistem Informasi di Indonesia
Pada era perkembangan teknologi saat ini sebuah  informasi sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia misalnya untuk menambah sebuah ilmu, pengetahuan, wawasan, dan membantu atau memudahkan pekerjaan sehari-hari manusia.Kemudian berbicara tentang computer sebenarnya sebuah computer adalah bukan satu-satunya teknologi, namun sebuah computer telah membawa banyak sekali perubahan pada kemajuan teknologi di Indonesia.
Sebelum kita membahas perkembangan sistem informasi, maka terlebih dulu kita harus mengetahui tentang apa itu istilah dari system informasi.

Pengertian Sistem Informasi
Sumber : accounting.binus.ac.id
Sistem berasal dari bahasa Latin (systÄ“ma) dan bahasa Yunani (sustÄ“ma) adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Jadi sistem informasi  adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

Sistem Informasi di Berbagai Bidang
Sistem informasi telah banyak diterapkan di berbagai bidang di Indonesia. Tentunya sistem tersebut diterapkan dengan jenis-jenis informasi olahan yang berbeda. Beberapa bidang tersebut di antaranya adalah sebagai berikut ini.
1.       Bidang Pemerintahan
Sumber : barenlitbangkepri
Salah satu penerapan teknologi informasi adalah pada bidang pemerintahan. Walaupun pada awalnya penerapan teknologi informasi pada bidang pemerintahan di Indonesia ini kurang populer, akan tetapi lambat laun semakin banyak terobosan baru dan pemerintah daerah yang mulai menggunakan teknologi informasi untuk melakukan komunikasi dengan rakyat. Program-program seperti layanan website terpadu, akun sosmed pemerintah, bahkan akun bupati dan sebagainya saat ini banyak dimanfaatkan untuk menangani masalah pemerintahan.
2.       Bidang Keuangan dan Perbankan
Sumber : astaga.com
Bidang keuangan dan perbankan tidak bisa dipisahkan dari yang namanya teknologi informasi. Ada beribu bahkan berjuta transaksi yang terjadi hampir setiap hari dan tentunya hal itu tidak akan bisa dilakukan tanpa adanya teknologi informasi yang kuat. Berbagai layanan perbankan dan keuangan bahkan menjadikan teknologi informasi sebagai basis dari model pelayanan yang cepat dan responsif.
3.       Bidang Pendidikan
Sumber : rencanamu.id
Bidang pendidikan juga merasakan adanya manfaat dari adanya teknologi informasi dan komunikasi yang mendukung aplikasi teknologi informasi dan komunikasi yang tepat. Berbagai model pembelajaran bisa dilakukan dengan mudah dan cepat seperti misalnya dengan melakukan pembelajaran dengan bantuan proyektor, e-learning dan lain sebagainya.
4.       Bidang Kesehatan
Sumber : aessina.com
Bidang kesehatan juga bisa merasakan manfaat dari perkembangan teknologi informasi utamanya dengan cara database pasien yang bisa mendeteksi apa saja jenis penyakit dan riwayat penyakit pasien, siapa saja yang pernah menanganinya dan bagaimana penanganan yang dilakukan dan lain sebagainya. Dengan demikian perawatan pasien bisa dilakukan dengan cepat dan juga tepat sesuai dengan riwayat penyakit yang pernah diderita olehnya.
Selain itu, administrasi  rumah sakit juga akan terbantu sekali dengan adanya teknologi informasi yang baik karena dengan demikian pemesanan obat, pemrosesannya dan lain sebagainya bisa berlangsung dengan cepat dan mudah tanpa harus menunggu terlalu lama sehingga pasien bisa langsung memperoleh obat yang sesuai dengan yang dibutuhkan olehnya.
5.       Bidang Bisnis

Sumber : ivisitkorea.com
Bidang bisnis bisa merambah ke berbagai model usaha seperti misalnya adanya online shopping, online trading dan lain sebagainya. Para penjual dan pembeli semakin mudah untuk berkomunikasi dan melakukan transaksi dengan adanya bantuan transaksi melalui teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia.

Nusantara 21
Indonesia ini sedang merumuskan “nusantara 21” sebagai konsepsi jaringan  informasi memasuki abad 21. Apa itu nusantara 21? Nusantara-21 atau Telematika Indonesia adalah program jangka panjang yang digalakan pemerintah Republik Indonesia untuk mengantisipasi globalisasi di bidang teknologi telekomunikasi di Indonesia. Program ini mulai diresmikan pada tahun 1997. Tujuan utama dari Nusantara-21 adalah meningkatkan cakupan telekomunikasi di 300 kecamatan seluruh Indonesia (pada tahun 1997). Konsep yang digunakan adalah “information highyway” yaitu integrasi infrastruktur jaringan di Indonesia dengan menggunakan satelit, kabel fiber optik, kabel televisi, seluler dan teknologi penyiaran.
Departemen  komunikasi dan informasi mengembangkan aplikasi sistem informasi manajemen daerah yang di sebut e-province. Aplikasi ini memungkinkan bagi pemerintah provinsi untuk mengintegrasikan data dari seluruh kabupaten/ kota di wilayah mereka.
Ada 14 aplikasi yang telah selesai dan siap di implementasikan. 14 aplikasi EGOV tersebut antara lain :
1.       Aplikasi pendidikan
2.       Aplikasi perikanan
3.       Aplikasi pariwisata
4.       Aplikasi perkebunan
5.       Aplikasi perternakan
6.       Aplikasi pertanian
7.       Aplikasi informasi hukum
8.       Aplikasi kepegawaian
9.       Aplikasi pendapatan daerah
10.   Aplikasi e-Arsip
11.   Aplikasi e-office
12.   Aplikasi SMS center
13.   Aplikasi e- library
14.   Aplikasi kantor maya
          Ke 14 aplikasi tersebut telah saling berintegrasi satu dengan yang lain, sehingga duplikasi data tidak lagi terjadi

Sistem informasi berkembang dengan cepat dan akan terus berkembang sampai masa depan. Penggunaan teknologi informasi akan semakin meningkat. Sistem informasi membawa dampak positif dan negatif bagi organisasi, individu, maupun sosial masyarakat. Kegunaan akan teknologi informasi dapat dirasakan manfaatnya bila SI dikelola dengan cara yang baik dan bertanggung jawab. Apabila SI dapat dikelola dengan baik, SI dapat membantu menyelesaikan permasalahan dalam organisasi, individu, dan juga sosial masyarakat.
Perkembangan SI juga telah menciptakan komunitas virtual yang memungkinkan para pengguna yang memiliki kesamaan hobi dapat berkumpul, serta bertukar pikiran dan informasitanpa harus bertatap muka secara langsung. Komunitas virtual dapat dikembangkan menjaditempat melakukan transaksi elektronik yang menjadi peluang usaha baru bagi lingkungan atau individu.

Referensi
Jurnal : Zulfah Siti, 2018, Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi Lingkungan
Wikipedia.co.id
https://www.researchgate.net/publication/324685970_PROSIDING_SEMINAR_ILMIAH_SISTEM_INFORMASI_DAN_TEKNOLOGI_INFORMASI_Pusat_Penelitian_dan_Pengabdian_Pada_Masyarakat_P4M_STMIK_Dipanegara_Makassar

Minggu, 30 Juni 2019

Rangkuman dan Analisa Video IBD BAB 10, 11


Bab 10
Manusia dan Kegelisahan
A.    Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan Sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, behwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tecapai.
Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neorotik dan kecemasan moril.
1.      Kecemasan Obyektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau Suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya.
2.      Kecemasan Neorotis (Syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi tiga macam, yakni :
a.       Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan.
b.      Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia).
c.       Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap dan sebagainya.
3.      Kecemasan Moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang.Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi antara lain: iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang.
Rasa iri, benci, dengki, dendam itu merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Oleh karena itu sering alasan untuk iri, benci, dengki itu kurang dapat dipahami orang lain.
B.     Sebab-sebab Orang Gelisah
Apabila kita kaji, sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.
Contoh :
Bila ada suatu tanda bahaya (bahaya banjir, gunung meletus, atau perampokan), orang tentu akan gelisah. Hal itu disebabkan karena bahaya itu mengancam akan hilangnya beberapa hak orang sekaligus, misalnya hak hidup, hak milik, hak memperoleh perlindungan, hak kemerdekaan hidup, dan mungkin hak nama baik. Kalau misalnya, kentongan dipukul terus menerus dan disambung bersaut-sautan makin lama makin dekat, tentu orang-orang akan gelisah. Gerangan apakah yang akan terjadi? Meskipun berita peristiwa belum ada, tetapi yang jelas itu merupakan tanda bahaya.
C.    Usaha-usaha Mengatasi Kegelisahan
Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.
Contoh :
Dokter yang menghadapi istri dan anaknya yang sedang sakit, justru tidak dapat merasa tenang, karena ada ancaman terhadap haknya. Dokter tidak dapat berbuat apa-apa bila menghadapi keluarganya yang sakit, karena ia merasa khawatir. Dalam hal ini dokter itu harus bersikap seperti menghadapi pasien yang bukan keluarganya.
D.    Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.
E.     Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pemah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.
Sebab-sebab terjadinya kesepian :
Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Frustasi dapat mengakibatkan kesepian. Dalam hal seperti itu orang tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya. Ia lebih senang hidup sendiri.
            Contoh :
            Pangeran Sidharta, putra raja Kapilawastu, meninggalkan istana, tempat kemewahan, keramaian, dan ketidakpastian. Karena frustasi menyaksikan kontradiksi keadaan istana dengan keadaan luar istana yang penuh penderitaan, maka ia meninggalkan istana pergi ke tempat yang sepi, mencari hakekat hidup.
F.     Ketidakpastian
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidak pastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.
G.    Sebab-sebab Terjadi Ketidakpastian
Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti ialah :
1.      Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita. Misalnya selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.
2.      Phobia
Phobia adalah rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.
3.      Kompulasi
Kompulasi adalah adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali.
4.      Histeria
Histeria adalah neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain.
5.      Delusi
Delusi adalah menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat, tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman.
6.      Halusinasi
Halusinasi adalah khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera. Dengan sugesti diri orang dapat juga berhalusinasi. Halusinasi buatan, misalnya dapat dialami oleh orang mabuk atau pemakai obat bius.
7.      Keadaan Emosi
Dalam keadaan tertentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya. Ini nampak pada keseluruhan pribadinya gangguan pada nafsu makan, pusing-pusing, muka merah, nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi/lemah. Sikapnya dapat apatis atau terlalu gembira dengan gerakan lari-larian, nyanyian, ketawa atau berbicara. Sikap ini dapat pula berupa kesedihan menekan, tidak bemnafsu, tidak bersemangat, gelisah, resah, suka mengeluh, tidak mau berbicara, diam seribu bahasa, termenung, menyendiri.
            Contoh ketidakpastian :
Seorang pedagang yang maju pesat, pada suatu saat terpikir olehnya ada kawannya yang ingin menjatuhkannya. Pikiran itu tidak hilang, tetapi justru menjadi-jadi. Apalagi setelah ia merugi.
H.    Usaha-usaha Penyembuhan Ketidakpastian
Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik, atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya. Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita. Andaikata penyebab sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik bagi penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.
Bila penyebabnya itu jelas, misalnya rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan dengan orang yang dirindukan. Phobia atau jenis takut bisa dilatih dari sedikit, sehingga tidak takut lagi. Orang takut ular, takut ulat yang berbulu, dapat disembuhkan karena dibiasakan dengan benda-benda tersebut.
Orang yang bersikap sombong atau angkuh bila mengalami musibah, baru berkurang kesombongannya, tetapi mungkin tidak. Andaikata mereka sadar, kesembuhan itu adalah karena pengalaman. Jadi yang menyembuhkan masyarakat sekitarnya dan dirinya sendiri.
            Contoh kasus :
Seseorang yang tidak biasa bicara didepan umum ketika disuruh berpidato, maka ia akan gugup, gelisah, gemetar, bahkan kehilangan keseimbangan, sehingga sulit berbicara.
Analisa :
Rasa gugup ini munculnnya secara tiba-tiba tanpa ada provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan diri yang bertujuan untuk membebaskan seseorang dari kecemasan neorotis yang sangat menyakitkan dengan jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh diri sendiri meskipun ego dan superego melarangnya.
Solusi :
Tetap bersikap tenang, karena dengan sikap tenang segala kesulitan dapat kita hadapi.

Bab 11
Manusia dan Harapan
A.    Pengertian Harapan
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya Rafi mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pernah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Rafi memperoleh nilai A, luluspun mungkin tidak.
Semuanya itu dengan suatu keyakinan demi terwujudnya apa yang diharapkan. Jadi untuk mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan Bila dibandingkan dengan cita-cita , maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaam yaitu keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.
B.     Apa Sebab Manusia Mempunyai Harapan
1.      Dorongan Kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan sebagainya. Seperti halnya Orang yang menonton Pertunjukan lawak, mereka ingin tertawa, pelawak juga mengharapkan agar penonton tertawa terbahak-bahak. Apabila penonton tidak tertawa, harapan kedua belah pihak gagal, justru sedihlah mereka.
2.      Dorongan Kebutuhan Hidup
Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani
Kebutuhan jasmaniah misalnya : makan, minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan, dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan.
Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik/jasmaniah maupun kemampuan berpikirnya.
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
3.      Kelangsungan Hidup (Survival)
Untuk melangsungkan hidupnya manusia membutuhkan sandang, ppangan dan papan (tempat tinggal). Kebutuhan kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi lahir.
Untuk mencukupi kebutuhan pangan, sandang, dan papan itu, maka manusia sejak kecil telah mulai belajar. Dengan pengetahuan yang tinggi harapan memperolleh pangan, sandang, dan papan yang layak akan terpenuhi. Atau tiap manusia perlu kerja keras dengar harapan apa yang diinginkan (pangan, sandang dan papan) yang layak terpenuhi.
4.      Keamanan
Setiap orang membutuhkan keamanan. Sejak seorang anak lahir ia telah membutuhkan keamanan. Begitu lahir, dengan suara tangis, itu pertanda minta perlindungan. Setelah agak besar, setiap anak menangis dia akan diam setelah dipeluk oleh ibunya. Setelah bertambah besar ia ingin dilindungi. Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan yang nampak, secara moral pun orang lain dapat memberi rasa aman. Dalam hal ini agama sering merupakan cara memperoleh kemanan moril bagi pemiliknya. Walaupun secara fisik keadaannya dalam bahaya, keyakinan bahwa Tuhan memberikan perlindungan berarti sudah memberikan keamanan yang diharapkan.
5.      Hak dan Kewajiban Mencintai dan Dicintai
Bila seorang telah menginjak dewasa, maka ia merasa sudah dewasa, sehingga sudah saatnya mempunyai harapan untuk dicintai dan mencintai. Pada saat seperti ini remaja banyak mengkhayal. Ia telah sadar akan keberadaannya. Pada usia itu, biasanya terjadi konflik batin pada dirinya dengan pihak orang tua. Sebab umumnya remaja mulai menentang sifat-sifat orang tua yang dianggap tidak sesuai dengan alamnya.
6.      Status
Status itu penting, karena dengan status orang tahu siapa dia. Harga diri orang antara lain melekat pada status orang itu. Misalnya ada anak haram, biarpun anak haram itu tingkah lakunya baik dan tidak berdosa sebab yang berdosa orang tuanya, namun masyarakat tetap memberikan cap yang negatif. Bahkan ada orang yang berpendapat jangan memberi makan/pertolongan kepada anak jadah (haram). Alangkah kejamnya manusia itu dengan adanya harapan untuk memperoleh status ini berarti orang menguasai hak milik nama baik, ingin berprestasi, ingin mengingkatkan harga diri, dan sebagainya.
7.      Perwujudan Cita-cita
Selanjutnya manusia berharap diakui keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau kepangakatannya atau profesinya. Pada saar itu manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar ia diterima atau diakui kehebatannya.
C.    Do’a
Do’a adalah ber-”ibadah” (menyembah). Yaitu jangan menyembah selain daripada Allah, yakni sesuatu yang tidak memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan madarat kepadamu.
            Macam-macam do’a :
1.      Do’a Masalah (Permintaan)
Meminta untuk diberikan manfaat dan dicegah dari kemudharatan, atau sesuatu yang sifatnya permintaan.
2.      Do’a Ibadah
Semua bentuk ibadah atau ketaatan yang diberikan kepada Allah balk lahiriah maupun batiniah, karena pada hakikatnya semua bentuk ibadah misalnya shalat, puasa, Haji dan sebagainya, tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan ridha Allah dan dijauhkan dari azab-Nya.
D.    Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Dr.Yuyun Suriasumantri dalam bukunya “filsafat Ilmu, sebuah pengantar Populer ada tiga teori kebenaran sebagai berikut :
1.      Teori Koherensi atau Konsistensi
Yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koherensi atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
2.      Teori Korespondensi
Suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorenponden (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
3.      Teori Pragmatis
Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.
E.     Berbagai Kepercayaan dan Usaha untuk Meningkatkannya
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
1.      Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
2.      Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya terhadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karena ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu harus dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.
3.      Kepercayaan kepada pemerintah
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rrakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang mempunyai arti hanya dalam masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut negara totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara, manusia perorangan tidak mempunyai hak, ia hanya mempunyai kewajiban (negara diktator)
4.      Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya.
Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya.
Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu antara lain :
·         meningkatkan ketagwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
·         meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
·         meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan sebagainya
·         mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
·         menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya
Contoh kasus :
Berharap menjadi orang yang sukses.
Analisa :
Semua manusia mempunyai harapannya masing-masing. Harapan setiap manusia pasti ingin menjadi sukses dan hidup bahagia. Untuk menjadi sukses dan hidup bahagia, kita harus menghadapi rintangan dan masalah dan kita jangan pantang menyerah. Apabila kita mau mewujudkan harapan itu dengan kenyataan nya kita harus mempunyai rasa suatu kepercayaan di dalam hati kita karena itu salah satu dasar untuk kita mencapai sukses.
Solusi :
Untuk mencapai itu semua, manusia tidak bisa hanya cuma dengan omongan di mulut saja tapi harus di buktikan dengan perbuatan dan tindakan nya. Harus di dasari juga dengan rasa kepercayaan dari diri kita sendiri maupun orang lain. Dan harus percaya juga dengan kebesaran Allah karena tanpa bantuan-Nya usaha kita akan percuma maka dari itu kita harus terus berdoa dan mendekatkan diri kepadanya.
Daftar Pustaka
Nugroho Widyo dan Muchji Ahmad. (1996) MKDU Ilmu Budaya Dasar Depok Gunadarma
https://wakidyusuf.wordpress.com/2016/05/15/doa-bagian-1-pengertian-dan-macam-macam-doa/

Analisis Video
Bab 10
Manusia dan Kegelisahan
Analisa :
Dalam video ini, Ustad Khalid Basalamah menjawab pertanyaan tentang sudah beribadah, tetapi masih ada rasa galau, gelisah dan resah tanpa sebab. Ustad Khalid menjawab “Jika ibadah yang anda lakukan sudah sesuai dengan ajaran Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, inshaallah Allah hilang gundah/gelisah tersebut”. Dalam surah Al-Insyirah ayat 5-6 Allah berfirman :
5. Fa inna ma’al ‘usri yusraa [yusran].
    “Sebab sesungguhnya beserta [sehabis] kesulitan itu ada kemudahan.”
6. Inna ma’al ‘usri yusraa [yusran].
    “Sesungguhnya beserta [sehabis] kesulitan itu ada kemudahan.”
Kesimpulan :
Pada dasarnya, manusia adalah sesosok makhluk yang paling sering dilanda kecemasan. Ketika seseorang dihadapkan pada suatu masalah, sedangkan dirinya belum atau tidak siap dalam menghadapinya, tentu jiwa dan pikirannya akan menjadi guncang dan perkara tersebut sudahlah menjadi fitrah bagi setiap manusia. Jangankan kita sebagai manusia biasa, bahkan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam pun pernah mengalami keadaan tersebut pada tahun ke-10 masa kenabiannya. Jadi maklumi saja jika kita sebagai manusia merasakan kegelisahan, gundah gulana, kecemasan ataupun kekhawatiran.
Bab 11
Manusia dan Harapan
https://youtu.be/xJm92IDBg64
Analisa :
Dalam video ini diperlihatkan suasana haru menyelimuti saat pengumuman tes panpus TNI AL. Tampak wajah kesedihan dari peserta tes yang gagal. Para keluarga dan rekan yang telah menunggu tak merasa sedih dengan hasil yang didapatkan, tapi tak sedikit yang memberi semangat untuk mereka yang gagal.
Kesimpulan :
Kegagalan bukan merupakan akhir dari segalanya. Kegagalan merupakan awal dari kesuksesan. Jika kita gagal, kita jangan menyerah, kita harus tetap berjuang untuk mencapai harapan dan cita-cita kita.